BerandaResiko dalam Investasi Obligasi yang Harus Diwaspadai

Resiko dalam Investasi Obligasi yang Harus Diwaspadai

Setiap investasi pastinya mempunyai resiko yang harus dihadapi oleh investor atau pemagangnya, termasuk investasi obligasi.

Aktivitas investasi yang di ibaratkan pisau bermata dua yang artinya dimana satu sisi merupakan keuntungan dan sisi lainnya adalah resiko kerugian.

Kedua hal tersebut berjalan secara beriringan dalam berinvestasi.

Oleh karena itu, resiki menjadi hal yang tak boleh anda sepelekan ketika sedang ingin menginvestasikan dana anda di manapun itu, baik itu properti, reksa dana, emas, saham bahkan obligasi sekalipun.

Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Reksadana

Mempunyai obligasi / surat utang pun tidak lepas dari resiko investasi.  

Supaya anda bisa lebih waspada, ada baiknya apabila anda mengetahui terlebih dahulu mengenai beberapa resiko dalam investasi obligasi.

Adapun resiko – resikonya, sebagai berikut :

Apa Saja Resiko dalam Investasi Obligasi yang Harus Diwaspadai ?

Resiko Likuiditas

Likuiditas dalam investasi dapat diartikan sebagai tingkat kemudahan ketika akan membeli atau menjual kembali aset investasi, baik berupa fisik maupun keuangan.

Likuiditas merupakan salah satu hal yang harus dipertimbangkan ketika anda akan memulai investasi. Jika semakin liquid maka pencairan dana dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Saat melakukan investasi obligasi, investor bisa mengalami resiko likuiditas.

Resiko ini bisa terjadi saat pemegang obligasi mengalami kesulitan ketika melakukan penjualan kembali melalui pasar sekunder.

Baca juga: 4 Keunggulan Reksadana Saham

Yang pada akhirnya ketika membutuhkan uang di waktu yang mendesak, mereka jadi tidak dapat mengatasinya. Kesulitan jual dapat disebabkan oleh adanya penurunan harga.

Saat harga jual obligasi mengalami penurunan dari harga belinya, maka otomatis si investor mengalami kerugian

Resiko Pasar

Resiko pasar mempunyai kaitan yang sangat erat dengan fluktuasi harga pada pasar keuangan.

Adanya perubahan atau harga yang fluktuatif bisa terjadi karena beberapa faktor ekonomi makro.

Seperti adanya inflasi yang terus meningkat pada suatu negara, hingga membuat harga aset keuangan jadi menurun.

Baca juga: 3 Keunggulan Investasi Emas

Ketika pemegang obligasi / surat utang menjual asetnya kembali dengan harga yang lebih rendah bahkan dbawah harga wajar, maka dia akan mengalami capital loss / kerugian.

Ini bisa terjadi karena beberapa faktor.

Contohnya ketika situasi politik tidak stabil pada suatu negara, krisis ekonomi, dan suku bunga yang menurun.

Resiko Gagal Bayar

Gagal bayar merupakan kondisi saat pihak yang mengeluarkan obligasi tidak sanggup membayar kembali pokok serta kuponnya hingga tiba tanggal jatuh tempo.

Suatu perusahaan bisa saja mengalami situasi tertentu hingga kondisi keuangannya tidak sehat.

Ini membuat perusahaan tersebut tidak mampu membayar hutang pada pendana atau debitur.

Pastinya resiko gagal bayar tersebut sangat merugikan si pendana karena dapat kehilangan sebagian bahkan semua nilai pokok investasi obligasi.

Maka dari itu, seorang investor perlu berhati-hati saat memilih perusahaan penerbit obligasi.

Baca juga: Jenis Investasi Paling Populer di Indonesia

Walau begitu, resiko gagal bayar hanya terjadi pada surat utang yang diterbitkan oleh selain negara.

Pantas jika imbal hasil yang ditawarkan lebih tinggi daripada surat uatng negara dikarenakan resikonya sangat besar.

Sedangkan obligasi yang diterbitkan negara tidak memiliki resiko gagal bayar karena ada jaminan atas pembayaran berupa nilai pokok investasi dan kuponnya.

Jika anda ingin menanam modal di surat utang korporasi ada baiknya jika anda lebih berhati – hati.

Itulah beberapa ulasan yang bisa kami paparkan mengenai resiko dalam investasi obligasi yang harus Anda waspadai.

Terimakasih sudah berkunjung ke situs kami, semoga artikel ini bisa berguna dan bermanfaat.

Daftar AJAIB Investasi DISINI

ajaib investasi
Artikel Terkait

Tinggalkan balasan

Berikan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Paling Populer