BerandaFinansialJenis Investasi Paling Populer di Indonesia

Jenis Investasi Paling Populer di Indonesia

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan serta melindungi kekayaan Anda yaitu dengan melakukan investasi.

Terdapat banyak jenis investasi yang tersedia dan dapat dipilih oleh Anda sesuai dengan tujuan investasi tersebut.

Jika dibandingkan dengan negara-negara maju, maka minat investasi warga negara Indonesia masih tergolong cukup rendah.

Rendahnya minat tersebut tidak terlepas dari pendapat bahwasanya investasi hanya ditujukan untuk orang-orang kaya saja.

Baca juga: Cara Investasi Emas Antam untuk Pemula

Namun meski begitu nyatanya saat ini paradigma tersebut mulai mengalami pergeseran.

Pendidikan finansial terjadi secara merata dan hal tersebut turut meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya melakukan investasi.

Jumlah investasi yang tercatat di Indonesia mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun, hal tersebut dikarenakan semakin mudahnya untuk melakukan investasi.

Apa Saja Jenis Investasi Berdasarkan Jangka Waktu?

Dengan semakin banyaknya instrumen investasi yang tersedia saat ini membuat para investor lebih memiliki banyak pilihan lagi.

Namun perlu Anda ketahui bahwa tidak semua instrumen investasi sesuai untuk semua investor.

Tentunya terdapat beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan.

Selain mempertimbangkan tujuan investasi, profil risiko, disini Anda juga perlu untuk mempertimbangkan masalah jangka waktu.

Dilihat dari jangka waktu, investasi dikatagorikan menjadi dua antara lain yaitu investasi jangka panjang dan investasi jangka pendek.

Investasi Jangka Panjang

Untuk investasi jangka panjang di sini membutuhkan waktu bertahun-tahun agar dapat menghasilkan return.

Tak jarang seorang investor harus melakukan investasi ini hingga 10 tahun sampai akhirnya ia memperoleh hasil dari investasi tersebut.

Bahkan tidak sedikit pula investasi jangka panjang ini hanya dibeli saja tanpa dilakukan penjualan kembali.

Namun meski begitu investasi jangka panjang biasanya akan memiliki return yang cenderung lebih optimal jika dibanding jenis investasi jangka pendek.

Baca juga: Cara Mengatur Keuangan dengan Baik

Agar dapat memaksimalkan hasil investasi jangka panjang, maka disini Anda sebagai investor memerlukan modal yang cukup besar.

Terdapat banyak instrumen investasi jangka panjang yang bisa Anda pilih, salah satunya yaitu investasi saham.

Investasi Jangka Pendek

Berikutnya yaitu investasi jangka pendek. Untuk investasi ini memiliki jangka waktu antara 3 hingga 12 bulan.

Dalam jangka waktu tersebut Anda sudah bisa mendapatkan hasil dari investasi yang dilakukan.

Sebuah investasi dikatakan investasi jangka pendek jika memiliki dua ciri sebagai berikut antara lain yaitu: instrumen investasi harus sangat liquid serta cepat untuk dijual kembali, dan yang kedua investasi tersebut tentunya harus memiliki kualitas yang cukup tinggi.

Kekurangan dari investasi jangka pendek ini yaitu return yang didapat tidak sebesar seperti investasi pada jangka panjang.

Salah satu contoh jenis investasi jangka pendek adalah reksadana.

Apa Saja Jenis Investasi Paling Populer di Indonesia?

Di negara Indonesia sendiri investasi telah cukup banyak dilakukan oleh masyarakat. Berikut akan diulas mengenai apa saja jenis investasi paling populer yang ada di negara Indonesia.

Deposito

Yang pertama yaitu deposito. Di sini sebenarnya deposito cenderung mirip dengan tabungan.

Risiko dari deposito ini cenderung rendah sehingga sering kali dipilih oleh para investor pemula. Jika dibandingkan dengan tabungan, maka deposito memiliki dua hal yang berbeda, antara lain yaitu waktu jatuh tempo serta tingkat bunga yang diberikan.

Suku bunga deposito cenderung lebih tinggi dibandingkan bunga tabungan biasa. Secara umum bunga deposito berada di kisaran antara 5% hingga 6% pertahun.

Namun terdapat beberapa bank yang bahkan berani menawarkan suku bunga lebih dari 6% dalam setahunnya. Sehingga di sini semakin besar Anda menginvestasikan uang Anda untuk deposito, maka besar bunga yang didapat juga makin tinggi.

Baca juga: Cara Mudah Investasi Saham Bagi Pemula

Sekalipun suku bunga yang ditawarkan oleh deposito ini cenderung tinggi, namun Anda tidak bisa mengambil uang deposito tersebut sewaktu-waktu seperti layaknya tabungan.

Karena memang nantinya terdapat tenor yang mengikat sehingga Anda hanya bisa melakukan pengambilan uang deposito ketika sudah jatuh tempo.

Tenor dari deposito sendiri cukup beragam, beberapa bank memiliki kebijakan masing-masing untuk hal tersebut.

Namun secara umum rata-rata dari bank akan memberikan tenor maksimal 12 bulan.

Properti

Jenis investasi populer selanjutnya yaitu properti. Terdapat beberapa model investasi untuk properti yang bisa dipakai.

Cara yang paling umum dan sederhana yaitu dengan membeli tanah, membangun sebuah properti di atasnya lalu menjualnya ketika harga properti tersebut sudah mulai mengalami kenaikan.

Sedangkan untuk cara yang kedua di sini Anda bisa menyewakan properti agar terjadi aliran pemasukan kas tiap bulannya.

Investasi properti cenderung memiliki resiko yang rendah. Namun meski begitu jenis investasi ini membutuhkan modal besar serta termasuk dalam investasi jangka panjang.

Emas

Investasi selanjutnya yang juga cukup populer yaitu emas. Risiko dari investasi ini juga terbilang rendah karena memang nilainya yang cenderung stabil dan mengalami peningkatan setiap tahunnya. 

Bagi Anda yang saat ini ingin berinvestasi emas, maka sebaiknya memilih emas batangan.

Emas batangan memiliki kemurniaan yang lebih tinggi dibanding dengan emas perhiasan.

Saham

Salah satu jenis investasi yang sangat potensial namun memiliki risiko cukup tinggi yaitu investasi saham. Saham merupakan sebuah bukti kepemilikan dari sebuah perusahaan.

Ketika Anda membeli saham, pada dasarnya di sini Anda membeli sebagian kepemilikan atas perusahaan tersebut.

Jadi di sini ketika Anda semakin banyak membeli saham, maka persentase kepemilikan perusahaan juga semakin besar. Return yang didapat dari investasi saham ini umumnya berasal dari pertumbuhan nilai saham dan deviden.

Reksa Dana

Instrumen investasi yang cukup populer berikutnya yaitu reksadana.

Di dalam investasi ini nantinya dana akan dihimpun dari beberapa orang investor kemudian akan dikelola oleh seorang manajer investasi yang telah berpengalaman di bidangnya.

Reksadana sendiri dibedakan menjadi beberapa jenis.

Dari jenis-jenis tersebut yang paling memberikan imbal hasil tertinggi yaitu Reksadana saham.

Sedangkan untuk jenis Reksadana paling aman di antara jenis Reksadana yaitu Reksadana pasar uang.

Peer to Peer Lending

Jenis investasi populer selanjutnya yaitu Peer to Peer Lending. Investasi yang satu ini masih tergolong cukup baru di negara Indonesia.

Namun meski begitu popularitas dari investasi ini makin dikenal dari waktu ke waktu.

Hal tersebut bisa tampak dari semakin banyaknya perusahaan fintech lending yang menggunakan model bisnis ini.

Jumlah uang yang berputar dalam investasi tersebut juga terus mengalami peningkatan.

Dalam investasi ini pada dasarnya nanti Anda akan meminjamkan sejumlah modal pada pihak yang membutuhkan, baik itu berupa badan usaha ataupun individu.

Hampir serupa seperti pinjaman bank sehingga return jenis investasi ini didapat dari bunga pinjaman.

Suku bunga dari investasi peer to peer lending terbilang cukup besar yaitu mencapai 18% pertahunnya. Anda bisa memulai investasi ini hanya dengan uang sebesar Rp 100.000 saja.

Itulah tadi penjelasan mengenai jenis-jenis investadiyang paling populer digunakan di negara Indonesia.

Investasi adalah metode terbaik yang bisa Anda gunakan untuk meningkatkan serta melindungi kekayaan Anda.

Namun sebelum Anda memutuskan untuk memulai investasi, di sini Anda perlu menentukan tujuan dilakukannya investasi serta Anda juga perlu memahami aspek risiko.

Setelah dua hal tersebut aru selanjutnya Anda bisa memilih jenis investasi yang paling sesuai dengan yang Anda inginkan.

Daftar AJAIB Investasi DISINI

ajaib investasi
Artikel Terkait

Tinggalkan balasan

Berikan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Paling Populer