BerandaGaya Hidup yang Mengancam Keamanan Finansial Generasi Milenial

Gaya Hidup yang Mengancam Keamanan Finansial Generasi Milenial

Tentunya memiliki income yang besar merupakan impian bagi semua orang. Terlebih jika nilainya mencapai puluhan juta rupiah dalam satu bulan, maka hal itu akan membuat Anda sebagai generasi milenial bisa dikatakan telah sukses dalam bidang karir.

Nyatanya saat ini tidak sedikit para generasi milenial yang telah mampu menghasilkan income mencapai puluhan juta rupiah dalam setiap bulannya. Ketika memiliki pemasukan yang besar otomatis seseorang akan lebih mudah dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya sehari-hari serta memiliki persiapan yang cukup untuk masa depan yang jauh lebih baik.

Namun memiliki penghasilan yang besar tanpa diimbangi dengan kecerdasan finansial atau kemampuan dalam mengelola keuangan, maka hal itu percuma saja, karena pada akhirnya tidak akan menyisakan apa-apa bagi masa depan Anda. Itulah yang tengah terjadi atau dialami oleh para generasi milenial saat ini.

Banyak para generasi milenial yang memiliki pemasukan besar namun pengeluaran yang mereka lakukan pun tak kalah besar. Jadi tidak heran jika para milenial memiliki jumlah tabungan yang sedikit atau bahkan malah memiliki hutang yang berjibun.

Baca juga: Ciri-ciri Gaya Hidup Konsumtif, Penyebab dan Cara Menghindarinya

Sebuah survei dilakukan di Negeri Paman Sam pada tahun 2018, dari survei tersebut didapatkan data bahwasannya hampir separuh generasi milenial gemar membelanjakan uang yang bukan miliknya, dalam artian uang tersebut merupakan uang yang mereka dapat dari hasil pinjaman.

Data tersebut mengungkap juga bahwa banyak para milenial yang tidak memiliki tabungan sama sekali. Mereka dalam rentang usia antara 18 hingga 25 tahun hanya memiliki saldo dalam tabungan mereka dibawah 15 juta rupiah.

Sedangkan untuk generasi milenial di atas rentang usia 25 tahun hingga 35 tahun, mengaku bahwasannya sebagian besar mereka tidak memiliki tabungan untuk masa tua. Hal itu dikarenakan pemasukan yang mereka dapat di setiap bulannya habis digunakan untuk memenuhi gaya hidup.

Lantas bagaimana dengan para generasi milenial di Indonesia? Faktanya kecenderungan pola gaya hidup milenial Indonesia juga tidak jauh berbeda dengan generasi milenial yang berada di negara lain.

Para generasi milenial ini memiliki resiko yang sangat besar untuk mengalami masalah keuangan nantinya. Masalah-masalah keuangan yang bisa saja terjadi pada mereka di masa depan antara lain yaitu pensiun dalam keadaan miskin, tidak memiliki aset, terlilit oleh hutang, ketidakmampuan dalam membiayai pendidikan anak dan lain-lain.

Apa saja gaya hidup yang Dapat Membuat Generasi Milenial rentan Mengalami Masalah Keuangan?

Berikut adalah gaya hidup para generasi milenial yang membuatnya memiliki resiko tinggi untuk terjerat dalam masalah keuangan sehingga membuat mereka tidak aman dalam hal finansial. Bagi Anda para generasi milenial perlu untuk membaca artikel ini hingga habis, agar Anda dapat mengontrol keuangan Anda mulai saat ini juga :

Penggunaan kartu kredit yang kurang bijak

Saat ini segala hal semakin dipermudah dengan munculnya kartu kredit sebagai alat pembayaran. Bahkan beberapa menganggap dengan memiliki kartu kredit, itu menunjukkan bahwa dirinya telah cukup mapan. Anda hanya tinggal menggesek kartu tersebut maka semua transaksi yang Anda lakukan beres seketika.

Padahal seperti yang kita ketahui bahwa uang yang dibayarkan tersebut merupakan uang hutang. Seperti mekanisme hutang pada umumnya, yaitu Anda harus membayar bunga atas uang yang Anda pinjam tersebut, otomatis Anda perlu mengumpulkan uang lebih untuk dapat membayar tanggungan Anda.

Bunga untuk kartu kredit itu bisa mencapai 30% dalam satu tahunnya. Kebanyakan generasi milenial menggunakan kartu kredit tanpa mempertimbangkan apakah dirinya mampu untuk membayar tagihan itu nantinya. Oleh karena itu agar Anda terhindar dari masalah keuangan di masa depan, maka ubahlah gaya hidup tersebut.

Jika memang tidak terlalu dibutuhkan, Anda tidak perlu menggunakan kartu kredit. Namun jika memang terpaksa harus menggunakan kartu kredit, maka gunakanlah kartu tersebut secara bijak dan pastikan Anda mampu untuk membayar jumlah tagihan secepatnya agar bunga pinjaman tidak memberatkan Anda nantinya.

Konsumtif dalam hal fashion

Fashion ataupun penampilan memanglah sangat penting. Karena harus diakui bahwa saat ini sebagian besar orang lebih melihat penampilan luar sebagai kesan pertama untuk menilai seseorang. Hal itulah yang membuat para generasi milenial mulai berlomba-lomba untuk memperbaiki fashion mereka.

Jika hal tersebut tidak terlalu berlebihan maka masih bisa dikatakan wajar. Namun jika fokus Anda hanya untuk memperoleh fashion terbaik serta memperbaiki penampilan secara terus-menerus tanpa memperhatikan kesehatan finansial Anda, maka Anda bisa jatuh ke dalam masalah keuangan.

Bukan hal yang aneh jika kita menemukan para generasi milenial saat ini rela mengeluarkan uang berjuta-juta rupiah setiap bulannya hanya demi mengoleksi sebuah sepatu ataupun pakaian.

Kebanyakan para milenial tersebut akan memburu barang-barang branded agar tampak mewah dan berkelas. Hal itu dilakukan demi menunjang penampilan mereka tentunya juga akan menambah citra mapan yang ingin mereka tampilkan di mata publik.

Bagaimana Memburu Gadget Terbaru?

Memburu gadget terbaru

Perilaku lain yang membuat para generasi milenial ini begitu boros dan susah sekali untuk berhemat yaitu, mereka cenderung memburuk gadget keluaran terbaru dan tercanggih. Tidak sedikit dari mereka yang telah meminjam uang melalui pinjaman tanpa agunan maupun utang-utang kredit dengan bunga besar hanya demi memiliki gadget terupdate tersebut.

Jika Anda membeli gadget dikarenakan gadget sebelumnya telah rusak atau mungkin kinerjanya sudah sangat buruk, maka hal itu masih bisa dibilang wajar. Namun jika pembelian gadget tersebut hanya untuk memenuhi kepuasan Anda, maka sebaiknya Anda perlu menahan itu.

Seperti misalnya saat ini banyak sekali generasi milenial yang berlomba-lomba untuk memiliki iPhone jenis terbaru. Seperti yang Anda tahu semua bahwa harga gadget tersebut tidaklah murah.

Jadi jika Anda memang tidak benar-benar membutuhkan gadget yang begitu mahal, maka sebaiknya belilah gadget yang bisa memenuhi kebutuhan Anda saja. Sehingga dengan begitu Anda dapat menyisihkan sebagian besar pendapatan Anda untuk ditabung.

Hobi hangout

Hangout dalam bahasa keseharian bisa disebut nongkrong. Jika generasi dulu mereka akan nongkrong di warung warung kopi pinggir jalan dengan harga kopi yang murah, berbeda untuk milenial saat ini. Hangout yang mereka lakukan umumnya di tempat-tempat seperti café, resto atau tempat-tempat yang cukup kekinian lainnya.

Hal itu tidak lepas dari pengaruh buruk media sosial yang menuntut para penggunanya untuk selalu mengupdate diri dengan pengalaman-pengalaman baru di tempat-tempat yang dirasa cukup mewah. Sehingga bisa dijadikan latar saat berfoto dan pada akhirnya akan dipamerkan di media sosial. Hal tersebut didasari oleh keinginan untuk diakui.

Dan yang perlu Anda tahu para generasi milenial pada umumnya sangat membutuhkan pengakuan dari lingkungan sekitar mereka. Sebenarnya hangout memang kegiatan yang sangat positif karena di sini kita dapat bertemu dengan teman-teman kita, saling bersilahturahmi serta menjaga hubungan pertemanan agar tetap terjaga.

Kita sebagai manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan kehadiran orang lain di sekitar kita. Namun yang perlu Anda ingat adalah untuk membatasi kegiatan hangout tersebut. Jangan lakukan terlalu sering atau bahkan setiap hari. Karena hal itu hanya akan membuat Anda melakukan pemborosan yang sia-sia.

Tentunya hangout di tempat-tempat yang cukup mewah seperti café ataupun resto, membutuhkan uang yang jauh lebih besar jika dibandingkan hanya sekedar hangout di warung kopi.

Anda tinggal hitung saja berapa pengeluaran Anda jika dalam sekali kegiatan itu Anda mengeluarkan uang ratusan ribu, maka jika hal itu dilakukan terlalu sering, otomatis dalam satu bulan Anda akan mengeluarkan uang yang jauh lebih banyak lagi hanya untuk kebutuhan hangout.

Oleh karena itu mulai saat ini Anda perlu mengendalikan keinginan Anda untuk selalu hangout setiap saat. Lakukan hangout maksimal sebulan lima kali. Buat anggaran yang jelas untuk hangout Anda tersebut dan sesuaikan dengan pemasukan Anda.

Upayakan juga tidak selalu hangout di tempat-tempat mewah dengan tarif menunya yang cukup menguras dompet. Anda bisa sesekali hangout di taman kota ataupun alun-alun kota.

Apa Pentingnya Investasi?

Abai terhadap pentingnya investasi

Investasi merupakan hal yang perlu untuk dilakukan oleh semua orang. Dengan melakukan investasi Anda dapat menjaga nilai harta Anda, sekaligus juga mengembangkan nilai tersebut agar terus dapat bertumbuh. Investasi merupakan jenis pasif income.

Karena dengan kegiatan berinvestasi Anda tidak perlu melakukan kegiatan kerja apapun. namun harta Anda akan terus bertambah dari waktu ke waktu. Sayangnya para generasi milenial masih belum tergoda untuk melakukan investasi.

Mungkin dikarenakan ketika kita melakukan investasi, otomatis uang kita tidak bisa digunakan untuk hal-hal yang konsumtif. Investasi bukanlah semacam bisnis, sehingga Anda tidak bisa mengharapkan hasil yang besar dari sebuah investasi.  Aset juga termasuk dalam bentuk investasi.

Aset seperti misalnya tanah, rumah dan lain-lain yang memiliki potensi harga akan semakin naik, tergolong dalam jenis aset. Berbeda dengan barang-barang yang nantinya semakin lama akan semakin berkurang harganya, hal itu tidak bisa dikatakan sebagai aset.

Melainkan barang-barang tersebut dikatakan liabilitas, seperti misalnya kendaraan bermotor, gadget, barang-barang elektronik dan lain-lain. Semakin tahun barang tersebut akan semakin susut nilai jualnya. Dengan membeli barang-barang tersebut tentunya tidak akan membuat Anda semakin kaya dan aman dalam hal finansial.

Beberapa kaum milenial juga mulai bergerak dalam bidang investasi, namun tidak sedikit dari mereka yang mengalami penipuan-penipuan investasi bodong. Anda harus lebih berhati-hati lagi terhadap investasi bodong.

Hal yang menyebabkan banyak generasi milenial terjerumus ke dalam investasi bodong tersebut adalah karakter para milenial yang suka dengan hal-hal instan. Dalam investasi bodong biasanya Anda akan ditawari profit yang amat besar tanpa Anda perlu bersusah payah ikut bekerja.

Terlalu sering melakukan traveling

Hal terakhir yang membuat milenial cenderung tidak aman secara finansial di masa depan yaitu hobi melakukan traveling. Semua orang, bukan hanya para generasi milenial tentunya suka dengan travelling.

Baca juga: Tips Gaya Hidup Sehat Bagi Remaja

Sekali waktu dalam hidup mereka pastinya akan menyempatkan diri untuk melakukan traveling, karena memang kegiatan ini dapat membantu Anda lebih rileks dan menjernihkan pikiran dari aktivitas sehari-hari. Namun kesalahan yang sering dilakukan oleh para milenial ini yaitu menjadikan travelling atau berlibur sebagai gaya hidup mereka.

Jika berlibur dan travelling sudah jadikan sebagai gaya hidup, maka otomatis setiap waktu mereka akan memikirkan tempat mana yang harus dikunjungi kemudian. Hal inilah yang pada akhirnya nanti menyebabkan pemborosan pada finansial Anda. Terlebih jika Anda menggunakan anggaran untuk travelling tersebut dari berhutang.

Artikel Terkait

4 Komentar

Tinggalkan balasan

Berikan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Paling Populer