BerandaPropertiInilah Biaya Jual Beli Rumah Yang Harus Dikeluarkan

Inilah Biaya Jual Beli Rumah Yang Harus Dikeluarkan

Transaksi yang terjadi saat penjualan ataupun pembelian rumah tentu tidak lepas dari yang namanya biaya jual beli rumah.

Adapun biaya-biaya tersebut dibayarkan ke negara, biaya untuk pejabat yang melakukan akad jual beli.

Biaya-biaya ini harus Anda bayarkan agar transaksi jual beli rumah dapat berlangsung dengan aman.

Baca juga: Sebelum Membeli, Sebaiknya Simak Keuntungan Membeli Rumah Subsidi

Adapun beberapa biaya yang harus Anda keluarkan nanti adalah biaya untuk PPh, PNBP, BPHTB dan sebagiannya lagi untuk biaya PPAT.

Jika Anda ingin tahu apa saja biaya yang akan dikeluarkan nanti pada saat jual beli rumah dilakukan, berikut diantaranya:

Apa Saja Biaya Jual Beli Rumah

1. Biaya Pengecekan Sertifikat

Biaya pertama yang harus Anda keluarkan sebelum transaksi penjualan rumah adalah biaya pengecekan sertifikat.

Jadi Anda harus dapat memastikan jika sertifikat rumah Anda tidak dalam catatan sita, blokir atau yang lain.

Dan pengecekan ini biasanya dilakukan di kantor pertanahan dimana rumah tersebut berada.

Baca juga: 4 Website Jual Rumah Terpercaya Dan Terbaik Di Indonesia

Dan biayanya akan ditanggung oleh si pembeli rumah tapi biasanya untuk masalah ini akan disesuaikan dengan kesepakatan yang terjadi antara kedua belah pihak baik pembeli atau penjual rumah.

Dan besaran biaya yang harus dilakukan bergantung pada kebijakan yang ada pada kantor pertanahan tersebut.

2. Biaya AJB

Biaya jual beli rumah yang kedua adalah biaya AJB atau Akta Jual Beli. Untuk pembuatan AJB sendiri juga dibutuhkan sejumlah dana.

Dan pembuat AJB ini adalah Pejabat Pembuat Akta Tanah atau PPAT. Besaran harga AJB tergantung masing-masing tempat.

Tapi harga tersebut tidak boleh melebihi 1% dari harga yang ada di dalam akta. Dan untuk biaya ini biasanya akan ditanggung pihak pembeli dan penjual rumah.

Tapi sama seperti biaya pengecekan sertifikat tadi, biaya AJB juga tergantung kesepakan antara pembeli dan penjual rumah.

Tapi kebanyakan PPAT biasanya akan menarik biaya AJB sebesar 1% dari jumlah transaksi yang dilakukan.

Baca juga: Keuntungan Dan Kerugian Sewa Apartemen Bulanan Yang Wajib Diketahui

Dan harga ini pun tidak kaku jadi klien dapat menawar harga tersebut selama pihak PPAT menyetujuinya.

Dan biaya ini dibayarkan secara proporsional nanti oleh pembeli maupun penjual rumah.

Tapi tidak menutup kemungkinan untuk biaya AJB ini akan dibebankan pada salah satu pihak saja.

Karena itu semua akan kembali ke kesepakatan antara kedua belah pihak yang bertransaksi.

3. Biaya Balik Nama

Biaya ketiga yang juga ada dalam transaksi jual beli rumah adalah biaya balik nama sertifikat. Dan untuk biaya ini akan dibayarkan di kantor pertanahan daerah setempat.

Baca juga: Sebelum Membeli, Ketahui Kisaran Harga Apartemen Jakarta

Untuk prosesnya sendiri akan diajukan oleh PPAT dengan membayar biaya berdasarkan peraturan yang berlaku. Dan untuk biaya ini biasanya akan ditanggung oleh pihak pembeli.

4. Biaya PNBP

Biaya jual beli rumah yang juga akan ada pada saat transaksi jual beli rumah dilakukan adalah pembayaran PNBP atau Penerimaan Negara Bukan Pajak.

Biaya ini akan dibayarkan saat mengajukan balik nama.

5. PPH

Dalam proses jual beli terdapat biaya PPH atau Pajak Penghasilan yang besarnya adalah 5% dari transaksi.

Dan PPH ini harus dibayarkan sebelum AJB ditandatangani. Dan biaya PPH akan dilakukan pada bank yang akan menerima pembayaran transaksi tersebut.

6. BPHTB

Dan biaya jual beli rumah yang terakhir adalah BPHTB atau Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangungan. Biaya ini juga harus dikeluarkan saat transaksi dilakukan.

Dan untuk besarnya adalah 5% dari NJOP atau Nilai Jual Objek Pajak. Sedangkan pihak yang harus mengeluarkan biaya ini biasanya berdasarkan kesepakatan antara pihak penjual dan juga pembeli rumah.

Baca juga: Tips Membangun Rumah Mewah Minimalis Dengan Budget Minim

Masih ada banyak lagi biaya jual beli rumah yang harus dikeluarkan pada saat transaksi dilakukan.

Untuk memudahkan proses pengurusannya, sebaiknya pihak pembeli atau penjual menyerahkan semua perhitungan biaya ke PPAT setempat. Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Tinggalkan balasan

Berikan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Paling Populer